Ketua Komisi II DPRD Metro Imbau Orangtua Awasi Konsumsi Jajanan Anak

Metro (Lampung News) — Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro, Ancilla Hernani, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap pola konsumsi makanan anak, terutama pada masa awal sekolah pasca-libur panjang Idul Fitri. Menurut dia, momen tersebut kerap menjadi ajang euforia anak-anak dalam membelanjakan uang saku mereka untuk membeli jajanan tanpa kontrol.

 

“Setelah lebaran, anak-anak biasanya memegang uang lebih banyak dari biasanya. Ini mendorong mereka untuk lebih bebas jajan. Di sinilah peran orang tua menjadi sangat penting dalam mengontrol pola makan anak,” kata Ancilla kepada wartawan di Metro, Kamis, 27 Februari 2025.

Ancilla menyoroti jenis jajanan yang kerap dikonsumsi anak-anak di sekolah. Ia menyebut banyak makanan ringan yang beredar di pasaran mengandung zat aditif seperti pewarna sintetis, pemanis buatan, hingga MSG yang berpotensi membahayakan kesehatan anak jika dikonsumsi berlebihan.

Jajan Berlebih Ganggu Proses Belajar

Politisi perempuan itu menegaskan, pola makan yang tidak terkontrol dapat memicu gangguan kesehatan pada anak, seperti diare, perut kembung, hingga masalah pencernaan lainnya. Hal tersebut bisa berdampak langsung pada proses belajar siswa di hari-hari awal masuk sekolah usai libur panjang.

 

“Anak-anak, terutama yang masih di bawah usia tujuh tahun, masih sangat rentan terhadap makanan yang tidak sehat. Jika tidak diawasi, mereka bisa mengalami gangguan pencernaan yang tentu akan mengganggu aktivitas belajar di sekolah,” ujarnya.

 

Ancilla juga mengingatkan bahwa tidak semua makanan yang terlihat aman di rumah selama masa lebaran memiliki kualitas gizi yang baik. Tradisi menyajikan berbagai macam hidangan untuk tamu, menurut dia, perlu diimbangi dengan pemahaman tentang kandungan gizi dan efek jangka panjang pada anak.

Kontrol Uang Jajan, Cegah Efek Negatif

Ia mendorong para orang tua untuk tidak sekadar membatasi konsumsi makanan anak, tetapi juga menyortir jumlah uang saku yang diberikan.

 

“Sesuaikan dengan kebutuhan mereka, bukan sekadar mengikuti kebiasaan memberi lebih banyak uang saat lebaran,” kata Ancilla.

 

Dengan kontrol yang tepat dari keluarga, ia meyakini pola makan anak dapat diarahkan pada konsumsi makanan yang lebih sehat. Langkah ini, menurut dia, sejalan dengan upaya menjaga daya tahan tubuh dan konsentrasi belajar siswa.

 

“Anak-anak memang menyukai makanan ringan, tapi orang tua harus menyadari bahwa makanan tersebut belum tentu sehat dan aman dikonsumsi dalam jumlah banyak,” katanya.

 

Imbauan ini menjadi bagian dari perhatian Komisi II DPRD Kota Metro terhadap isu kesehatan masyarakat, khususnya pada sektor pendidikan dan perlindungan anak. (ADV)