Metro (Lampung News) — Pagi itu, dihari Selasa, 18 November 2025, udara di halaman RSU Muhammadiyah Metro (RSUMM) terasa berbeda. Cahaya matahari yang turun perlahan seolah menyinari barisan paket sembako yang tertata rapi, Di tengah kesederhanaan suasana, ada rasa hangat yang sulit dijelaskan sebuah rasa kebersamaan yang tumbuh dari niat tulus untuk berbagi.
Sementara terlihat Ketua Kantor Layanan (KL) LazisMu Ust Nur Rohman, terlihat memegang sebuah kertas dan pena, dengan ketelitiannya memastikan paket tersebut diterima oleh yang berhak.
Pada momen Milad RSUMM ke 18 yang bertepatan juga dengan Milad Muhammadiyah ke-113, KL LazisMu RSUMM memulai rangkaian Milad ke-18 mereka dengan cara yang paling mulia, menghadirkan manfaat langsung kepada masyarakat.
Ust. Nur Rohman, tampak sesekali menghentikan langkahnya untuk menyapa warga dan relawan. Dengan suara tenang, ia menceritakan bahwa program ini bukan sekadar seremonial milad, tetapi wujud nyata komitmen bersama. Penyaluran dilakukan melalui kerja kolektif dengan Pimpinan Daerah (PD) LazisMu Kota Metro serta kantor layanan LazisMu dari berbagai penjuru.
“Penyaluran paket ini Alhamdulillah dibantu LazisMu Daerah Kota Metro dan beberapa Kantor Layanan LazisMu sekitar Metro, seperti KL LazisMu Trimurjo, Punggur, Pekalongan, dan beberapa KL lainnya sebagai bentuk nyata LazisMu memberi untuk negeri,” ujarnya.
Tahun ini, KL LazisMu RSUMM menyiapkan 500 paket sembako, dan 250 di antaranya telah dibagikan pada tahap pertama. Namun yang tersentuh bukan hanya tangan-tangan yang menerima, melainkan hati mereka. Sementara 250 paket lainnya akan kembali disalurkan pada Januari 2026, memastikan manfaat itu terus mengalir.
Di sela kegiatan, Ust. Nur Rohman menyinggung akar spiritual dari aksi sosial ini: Surat Al-Ma’un, Baginya, Al-Ma’un bukan sekadar ayat yang dibaca, tetapi nilai yang dihidupkan sebagai pengingat, agar umat tidak larut dalam ritual semata, namun hadir nyata di tengah mereka yang membutuhkan.
“Inilah makna Al-Ma’un yang terus kami hidupkan—bahwa dakwah harus menghadirkan kebermanfaatan nyata,” tegasnya.
Kata-katanya terasa menancap, seolah meneguhkan kembali ruh gerakan Muhammadiyah sejak awal berdiri, dengan menolong yang lemah, menyokong yang rapuh, dan menyapa yang terlupakan.
Dan yang paling menyentuh terjadi pada akhir kegiatan. Saat ditanya mengenai jangkauan distribusi, Ust. Nur Rohman menundukkan kepala sejenak sebelum menjawab. Dengan nada yang lebih lembut, ia mengungkap bahwa perhatian LazisMu juga tertuju pada mereka yang menjalani perjuangan pribadi di ruang-ruang perawatan.
“Pembagian paket sembako ini juga menyasar pasien-pasien RSUMM kelas III, sebagai bentuk kepedulian kami kepada mereka yang sedang menjalani perawatan. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban, memberikan semangat, dan menghadirkan kebahagiaan di tengah proses penyembuhan mereka,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa di balik tiap paket yang diberikan, tersimpan doa, empati, dan harapan. Milad kali ini bukan sekadar perayaan usia, melainkan penegasan bahwa RSUMM dan KL LazisMu RSUMM memilih jalan yang sama jalan Al-Ma’un, jalan kemanusiaan. Dan mungkin, di antara senyum warga pagi itu, ada kisah kecil yang kelak tumbuh menjadi keberkahan besar.
(Guswir)
