METRO (Lampung News) — Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Metro Selatan sukses digelar di Aula Kantor Kecamatan setempat, Selasa (27/01/2026). Forum strategis ini menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengevaluasi capaian pembangunan di wilayah Metro Selatan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, Camat Metro Selatan Kuswidaryanto, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta perwakilan lembaga kemasyarakatan.

Camat Metro Selatan, Kuswidaryanto, melaporkan bahwa realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di wilayahnya per Januari 2026 telah mencapai 76,35 persen. Ia mengapresiasi kerja keras para kolektor dan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak sebagai modal utama pembangunan daerah.
“Kami akan terus mengedepankan pendekatan persuasif kepada warga yang belum membayar, mengingat pentingnya pajak ini untuk kesinambungan pembangunan di Metro,” ujar Kuswidaryanto.
Selain pajak, ia juga memaparkan perkembangan program Koperasi Merah Putih yang kini sudah memiliki lokasi di empat kelurahan.
Kelurahan Rejomulyo tercatat telah melampaui target kriteria rencana pembangunan gedung koperasi tersebut. Di samping itu, berbagai kegiatan pemberdayaan seperti tanam padi serentak bersama mitra Adhyaksa, pembinaan Linmas, hingga pengaktifan ronda malam terus berjalan secara intensif.
Usulan Prioritas Tahun 2027
Aspirasi masyarakat Metro Selatan untuk tahun perencanaan mendatang terbagi dalam tiga bidang utama:
* Bidang Perekonomian: Fokus pada bantuan bibit ikan, peralatan pertanian (handsprayer elektrik), serta hibah gabah untuk mendukung produktivitas petani.
* Bidang Sosial Budaya: Prioritas pada pemeliharaan sarana Poskeskel/Posyandu, pembangunan jamban sehat, serta fasilitas ibadah.
* Bidang Fisik: Usulan rehabilitasi jalan (seperti Jl. Patimura II, Jl. Pingled, dan Jl. Husodo), perbaikan drainase, serta penambahan lampu penerangan jalan umum.
Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, mengapresiasi partisipasi aktif warga dalam Musrenbang ini. Ia memastikan bahwa akses kebutuhan dasar, khususnya pendidikan dan kesehatan di Metro Selatan, sudah berjalan dengan baik.
Meski demikian, Rafieq menaruh perhatian serius pada kepesertaan BPJS Kesehatan bagi warga tidak mampu yang belum terdata.
Ia menginstruksikan pamong setempat untuk aktif memperbarui data, terutama setelah adanya perubahan sistem ke Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Pemerintah Pusat.
“Jika ada warga yang layak namun belum menerima bantuan, segera lapor ke Dinas Sosial agar diusulkan melalui program asistensi,” jelas Rafieq.
Terkait tantangan anggaran, Rafieq mengakui adanya penurunan APBD Kota Metro hingga Rp161 miliar. Namun, ia menegaskan bahwa keterbatasan fiskal tidak boleh menghentikan langkah pembangunan.
“Anggaran saat ini sedang sulit, tapi kita tidak boleh kalah kreatif. Kita harus bersinergi dengan pihak swasta dan pemerintah pusat agar program pemberdayaan dan pembangunan infrastruktur tetap berjalan maksimal,” tegasnya.
Menutup arahannya, Wakil Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pencegahan stunting dan memperkuat modal sosial melalui semangat gotong royong antarwarga. (Adv)
